WHAT'S NEW?
Loading...

 
Illegal

Pirang-pirang pagawéan illegal nu jadi mainstream (ngilu nu keur ramé). Pagawéan illegal ieu téh nu sabenerna mah teu meunang (dibaca: DOSA). Illegal nyaéta teu sah, teu boga kakuatan hukum jeung nu pastina mah aya sangsina atawa dibui lamun kapanggih ngalakukeun hal nu illegal. Lolobana hal illegal nu mainstream ieu sok dianggap biasa nu matak jadi kabiasaan padahal ngalanggar aturan!

Ngan... sakapeung hal nu illegal ieu téh sok aya mangpaatna. Ulah serius teuing ah!


 

1. Donlod (Download)

Fénoména donlod geus teu asing deui. Jaman kiwari, jaman téhnologi, jaman internét dimamana, Wi-Fi ayeuna babari diaksésna jaba haratis. Bisa donlod musik, donlod games, donlod software jeung donlod film  éta donlod téh mangrupi hiji hal nu ja di kabiasaan jaman kiwari. Download téh saleresna mah teu illegal waé, aya ogé nu légalna. pilih nu émang nyarankeun download nu teu mayar ngan resmi ti pihak nu nyiptakeunnana atawa pilih nu download prémium! mayar kali-kali mah euy hahaha...



foto

2. Darmaji(Dahar lima mayar hiji)

     Darmaji ieu leuwih bahaya euy, karunya tukang dagang, ngan lumayan mayar hiji beuteung seubeuh tapi biasana mah moal lila kaluar deui... 



3. Tukang film bajakan

     Saha nu can pernah nonton film dvd bajakan? ngacay atuh ningali gocéngan geus bisa nonton film hadé, komo lamun aya film can rilis gé dvd bajakan mah geus aya tiheula. canggih! Ti ayeuna mah mésér dvd nu asli!



Listrik Illegal :(

4. Listrik Illegal

    Ngalanggar pisan ieu mah maké listrik tapi teu mayar, bisa ngarugikeun nagara jeung bahaya konslét, ngan disisi lain listrik nu illegal jeung legal sok aya mangpaatna komo jang tukang ojék, tukang béca bari nungguan narik bari lalajo ménbal, berita, gosip nepika lalajo  sinétron  haji mu*hidin nu matak sok haneuteun wae XD



5. Mondok dikosan batur

    Sabenerna mah teu hayang-hayang teuing mondok dikosan batur, kusabab hayang ngilu raraméan atawa capé dijalan balikna jadi wéh mondok, ngan kadé sok aya nu datang “a, terang teu lamun mondok téh kedah mayar?” lumayan kaluar wéh duit. Nyarankeun lamun mondok dikosan batur kudu pilih-pilih! hahaha 




Virtual reality (VR) atau realitas maya adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imaginasi.
Oculus Rift adalah device Virtual Reality yang paling populer untuk bermain game harganya $350 , cukup mahal gan untuk sampe Indo.


Kita ingin semua orang memiliki pengalaman virtual reality yang simple , menyenangkan dan tidak mahal , itu tujuan dari Cardboard Project by GOOGLE 
Google pengen buat mainan baru virtual reality nyaingin Oculus rift make Smartphone Android , murah meriah


Sediakan bahan-bahan yang ada di gambar , itu mudah dicari gan

1. CARDBOARD (Kardus Bekas) Kardus bekas ato kertas tebal bekas pokoknya yang kaku , tersedia di banyak toko peralatan seni dan online. Untuk hasil terbaik, Anda harus mencari yang kuat. Ukuran minimum: 8.75in (22cm) dengan 22in (56cm), dan 0.06in (1.5mm) ketebalan.

2. LENSAIni adalah komponen yang paling sulit dicari. Lensa yang memiliki jarak fokus 40mm kerja. Agan harus mencarinya di toko Kacamata. Lensa cembung ganda bekerja terbaik karena mereka mencegah distorsi di sekitar tepi Amazon1Amazon2  3. MAGNET


Satu cincin magnet neodymium, ukuran perkiraan: 0.75in (19mm) diameter dan 0.12in (3mm) ketebalan.





4. VELCRO
Dua strip reguler kekuatan perekat . Ukuran perkiraan: 0.75in (20mm) oleh 1.25in (30mm).


5. RUBBER BAND (tali karet gan)
Usahakan tali karet yang kuat gan , beli di warung juga ada.


6. NFC tag (optional)  Satu stiker tag NFC. Program itu dengan URL [url]cardboard://v1.0.0[/url]Amazon


Download desain kardus (cardboard)



Quote:


atau


Ada fitur2 keren gan :
• Earth: Terbang di mana agan dibawa ke tempat di Google Earth.
• Tour Guide: Kunjungi Versailles dengan pemandu lokal.
• YouTube: Nonton video YouTube populer di layar besar.
• Exhibit: Periksa artefak budaya dari setiap sudut.
• Photo Sphere: Lihatlah di sekitar foto.
• Street Vue: Berjalan melalui Paris pada hari musim panas.
• Windy Day: Ikuti cerita (dan topi) dalam interaktif animasi pendek.

Langkah selanjutnya unduh appsnya di Android agan






Lipat2 gan sampai bentuk di gambar bawah ini ::






Google
Google Cardboard, Headset VR buatan sendiri dari bahan kardus
Tren headset virtual reality (VR) ikut mengemuka bersama dengan kemunculan wearable device. Dalam hal ini, Facebook memiliki Oculus VR yang dibeli seharga miliaran dollar AS beberapa waktu lalu. Sementara Google menawarkan alternatif lain yang lebih “sederhana”:  headset VR dari kardus yang bisa dibuat sendiri.

Ide yang sepintas terdengar nyeleneh ini benar-benar diperkenalkan ke hadirin pada konferensi Google I/O di San Francisco, Rabu (25/6/2014), seperti dilaporkan oleh Cnet. Google membuat aplikasi bernama Cardboard yang memungkinkan pengguna ponsel Android mengubah perangkatnya menjadi headset VR.

Namun, “Headset VR” pendamping Cardboard tidak dijual oleh Google, tetapi mesti dibikin sendiri (DIY, Do-it-Yourself) dari bahan kardus. Peminat bisa melihat seperti apa bahan-bahan yang diperlukan berikut gambar rancangan dan SDK dari laman Cardboard Google. Raksasa internet itu juga menyisipkan tautan ke situs belanja online yang menyediakan bahan terkait.
Google
Ponsel Android terpasang pada headset VR Google Cardboard
Gagasan di balik Cardboard adalah membuat headset VR murah meriah yang bisa didapatkan oleh siapa pun. Begitu headset kardus selesai dibuat, pengguna tinggal memasang smartphone Android ke dalamnya dan mulai menikmati tampilan 3D.

“Virtual Reality telah menunjukkan kemajuan yang menjanjikan selama beberapa tahun terakhir. Namun, pengembangannya memerlukan perangkat keras khusus yang mahal. Untuk membuat VR lebih meluas, Google bereksperimen memakai smartphone sebagai sarana VR,” tulis Google dalam situs Cardboard.

Lantas, berapa biaya yang diperlukan untuk membuat headset kardus Google? “Kacamata 3D ini” hanya butuh sekitar 10 dollar AS untuk lensa, magnet seharga 7 dollar AS, serta beberapa bahan lain yang sama-sama tidak mahal. 

Google menyediakan aplikasi Cardboard di toko Google Play untuk mendemonstrasikan berbagai skenario yang dimungkinkan oleh headset VR buatan sendiri itu. Sejumlah demonstrasi yang tersedia mencakup flyby di Google Earth, Photo Sphere, dan YouTube.
Sumber: CNET 
Editor: Wicak Hidayat
sumber: kompas.com


Awal Januari 2014 raksasa teknologi Google meluncurkan sebuah inovasi teknologi barunya, yaitu sebuah kacamata yang disebut Google Glass. Tentu bukan hanya sebuah kacamata biasa karena untuk mendapatkannya Anda harus rela kehilangan uang sebesar US 1.500 atau sekitar Rp 17 jutaan. Selain itu, untuk bisa memilikinya kita harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti mengisi alasan mengapa pembeli ingin memiliki benda tersebut. Selain itu, Google Glass hanya bisa dibeli secara online.


Google Glass bukan kaca mata gaya biasa karena di dalamnya tertanam komponen, chip dan konektifitas WiFi. Dan inilah fungsi Google Glass: 

Memotret dan merekam video.  Jika kita sedang jalan-jalan di mall dan bertemu dengan seseorang yang mempesona, kita dapat memotret atau mengambil rekaman videonya tanpa sepengetahuannya. Tanpa perlu menggunakan kamera ponsel atau DSLR. Cukup mengarahkan padangan mata yang telah menggunakan Google Glas pada obyek kemudian ucapkan ‘take a pic’ maka otomatis kaca mata ajaib itu akan melakukan tugas mengambil gambar obyek. 

Streaming video. Tak masalah jika teman atau keluarga ingin ikut menonton konser artis idola sementara kita Cuma punya satu tiket di tangan. Cukup dengan Google Glass kita dapat melakukan streaming video sehingga bisa ikut dinikmati oleh keluarga dan teman di rumah. 

Road Guide. Ini adalah kabar baik bagi yang menyukai traveling. Jika kita sedang menjelajah satu daerah yang baru sama sekali Google Glass dapat membantu kita memandu arah yang benar dengan berdasarkan pada Google Maps. 

Voice to SMS. Google Glass dapat merekam suara pemakainya untuk kemudian bisa dikirim kepada rekan dalam bentuk SMS. 

Penterjemah. Google Glass juga bisa membantu pemakainya untuk menterjemahkan bahasa asing ke dalam bahasa yang kita kenal dengan menggunakan voice. (ref: Tabloid Sinyal/ill: Mashable)


sumber

 

National Batik Day 2014


Children's Day 2013


Children's Day 2014


Father's Day 2014


Indonesia Elections 2014


Indonesia Independence Day 2009


Indonesia Independence Day 2010

Indonesia Independence Day 2011


Indonesia Independence Day 2012


Indonesia Independence Day 2013


Indonesia Independence Day 2014



Bioskop

Apakah pernah memerhatikan kalau ada deretan kursi yang hilang di bioskop? Yap, huruf “I” memang tidak ada di sana. Anda tidak akan menemukan huruf tersebut sesudah “H”. Kenapa ya?
Ternyata memang ada alasan tertentu kenapa deratan kursi tersebut tidak ada. Huruf “I” dalam huruf kapital akan tersamar dengan huruf ‘l’ (L kecil). Untuk mencegah kekeliruan dan mengantisipasi kesalahan saat penonton mencari tempat duduknya, maka barisan “I” ditiadakan. Agar saat
menonton kita tetap hikmat dan bisa menikmati film tanpa ada kegaduhan.